Welcome to my blog :)

rss

Kamis, 28 Januari 2010

Menjadi Pengusaha Muslim yang Lebih Baik


Pilihan menjadi seorang pengusahan muslim menuntut kita untuk sukses dalam seluruh aktivitas bisnis. Apakah Anda ingin menjadi pengusaha muslim yang lebih baik? Apakah Anda ingin mendapatkan profit yang diharapkan? Berikut 5 langkah sederhana untuk mencapainya.

1. Ubahlah perspektif Anda

Apa yang Anda lihat sebagai kesalahan bisa saja nampak sempurna bagi pelanggan Anda. Terlepas dari apa yang Anda inginkan, yang terpenting adalah apa yang diinginkan pelanggan.

Inilah yang membuat Anda tidak ingin membuat keputusan besar karena jika ada sesuatu yang salah, maka Anda akan menghabiskan banyak waktu. Pecah keputusan besar tersebut kedalam beberapa keputusan kecil. Kemudian lakukan survey pada pelanggan Anda untuk mendapatkan masukan mereka; ini yang akan membantu Anda menentukan arah mana yang akan diambil.

Meskipun setelah berbicara dengan pelanggan Anda membuat kesalahan. Pastikan Anda cukup gesit untuk bisa beradaptasi dengan cepat. Ini hanyalah menguji hal-hal kecil daripada menggunakan waktu berbulan-bulan untuk melakukan perubahan dalam usaha Anda.

2. Work hard, play hard

Bekerja 12 jam sehari akan membuat Anda kelelahan. Terlepas apakah Anda menikmati apa yang Anda lakukan, Anda perlu istirahat.

* Jangan bekerja lebih lama dari beberapa jam tanpa istirahat. Meluangkan waktu untuk istirahat sejenak akan membuat Anda lebih efisien dan membuat Anda menyelesaikan lebih banyak.

* Setiap minggu Anda harus melakukan sesuatu yang diluar kebiasaan. Fokus pada sesuatu yang bisa membuat pikiran Anda sejenak lepas dari pekerjaan dan mengurangi tingkat stress.

* Menciptakan lingkungan yang Anda inginkan. Hal kecil seperti tanaman di tempat kerja, poster motivasi, dan dengan jendela menghadap keluar akan membuat Anda takjub.

3. Berhenti berselisih

Peluang usaha baru akan datang dan Anda ingin meraihnya. Tapi semua ini akan menjadi gangguan yang akan membuat Anda melenceng dari langkah awal menuju sukses. Ini membutuhkan kekuatan mental untuk menghadapi godaan, namun, hasil jangka panjang akan menunjukkan kegagalan yang lebih sedikit. Serta, semakin banyak yang Anda kerjakan, semakin banyak yang Anda ketahui, karena itu denan membatasi waktu diperlukan untuk penncapaian tujuan. 

4. Berhenti berinovasi dan mulai meniru


Sebuah cara yang baik untuk menemukan salah satu usaha ini adalah dengan mengobservasi model bisnis dan industri yang paling produktif. Menciptakan target market Anda sendiri mungkin merupakan cara yang paling cepat menuju kegagalan sebelum Anda memulainya. Inovasi memang diperlukan, tapi, merilis inovasi dari kerangka kerja yang sudah mapan akan meningkatkan peluang keberhasilan Anda. Intinya, Anda menghemat waktu dan uang dengan menghindari tahapan uji coba ini di langkah awal. Jika Anda sudah memiliki analisa bisnis bagaimana Anda melakukannya saat ini dan melihat apa yang bisa Anda buat, maka ini sesuai dengan sasaran kunci Anda.

5. Jangan pernah berhenti belajar

Hal terpenting yang harus Anda ketahui adalah pantang berhenti belajar. Terlepas seberapa sukses Anda, ada seseorang diluar sana yang pencapaiannya lebih besar daripada Anda. Apakah dari pengusaha yang berpengalaman yang sudah lama malang melintang, atau seorang anak berusia 16 tahun, setiap orang bisa mengajarkan Anda sesuatu. Anda harus belajar apa yang bisa didapatkan dari percakapan karena pasti ada sesuatu yang mungkin menguntungkan bagi Anda tapi tidak untuk orang lain.

***

Oleh Daniel D.
Sumber: www.articlebase.com

Diterjemahkan oleh: Iin – Tim Pengusahamuslim.com


Kebiasaan Tidur Pagi Ternyata Berbahaya!!


Kita telah ketahui bersama bahwa waktu pagi adalah waktu yang penuh berkah dan di antara waktu yang kita diperintahkan untuk memanfaatkannya. Akan tetapi, pada kenyataannya kita banyak melihat orang-orang melalaikan waktu yang mulia ini. Waktu yang seharusnya dipergunakan untuk bekerja, melakukan ketaatan dan beribadah, ternyata dipergunakaan untuk tidur dan bermalas-malasan. 

Saudaraku, ingatlah bahwa orang-orang sholih terdahulu sangat membenci tidur pagi. Kita dapat melihat ini dari penuturan Ibnul Qayyim ketika menjelaskan masalah banyak tidur yaitu bahwa banyak tidur dapat mematikan hati dan membuat badan merasa malas serta membuang-buang waktu. Beliau rahimahullah mengatakan,

“Banyak tidur dapat mengakibatkan lalai dan malas-malasan. Banyak tidur ada yang termasuk dilarang dan ada pula yang dapat menimbulkan bahaya bagi badan."

Waktu tidur yang paling bermanfaat yaitu :

[1] tidur ketika sangat butuh,

[2] tidur di awal malam –ini lebih manfaat daripada tidur di akhir malam-,

[3] tidur di pertengahan siang –ini lebih bermanfaat daripada tidur di waktu pagi dan sore-. Apalagi di waktu pagi dan sore sangat sedikit sekali manfaatnya bahkan lebih banyak bahaya yang ditimbulkan, lebih-lebih lagi tidur di waktu ‘Ashar dan awal pagi kecuali jika memang tidak tidur semalaman.

Menurut para salaf, tidur yang terlarang adalah tidur ketika selesai shalat shubuh hingga matahari terbit. Karena pada waktu tersebut adalah waktu untuk menuai ghonimah (pahala yang berlimpah). Mengisi waktu tersebut adalah keutamaan yang sangat besar, menurut orang-orang sholih. Sehingga apabila mereka melakukan perjalanan semalam suntuk, mereka tidak mau tidur di waktu tersebut hingga terbit matahari. Mereka melakukan demikian karena waktu pagi adalah waktu terbukanya pintu rizki dan datangnya barokah (banyak kebaikan).” (Madarijus Salikin, 1/459, Maktabah Syamilah)

BAHAYA TIDUR PAGI 

[Pertama] Tidak sesuai dengan petunjuk Al Qur'an dan As Sunnah.

[Kedua] Bukan termasuk akhlak dan kebiasaan para salafush sholih (generasi terbaik umat ini), bahkan merupakan perbuatan yang dibenci.

[Ketiga] Tidak mendapatkan barokah di dalam waktu dan amalannya.

[Keempat] Menyebabkan malas dan tidak bersemangat di sisa harinya.

Maksud dari hal ini dapat dilihat dari perkataan Ibnul Qayyim. Beliau rahimahullah berkata, "Pagi hari bagi seseorang itu seperti waktu muda dan akhir harinya seperti waktu tuanya." (Miftah Daris Sa'adah, 2/216). Amalan seseorang di waktu muda berpengaruh terhadap amalannya di waktu tua. Jadi jika seseorang di awal pagi sudah malas-malasan dengan sering tidur, maka di sore harinya dia juga akan malas-malasan pula.

[Kelima] Menghambat datangnya rizki.

Ibnul Qayyim berkata, "Empat hal yang menghambat datangnya rizki adalah [1] tidur di waktu pagi, [2] sedikit sholat, [3] malas-malasan dan [4] berkhianat." (Zaadul Ma’ad, 4/378)

[Keenam] Menyebabkan berbagai penyakit badan, di antaranya adalah melemahkan syahwat. (Zaadul Ma’ad, 4/222)


****

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel http://rumaysho.com


Kamis, 21 Januari 2010

Menapaki Perjalanan Yahudi Dalam Merebut Bumi Palestina


Tepatnya pada 14 Mei 1948 silam, kaum Yahudi memproklamirkan berdirinya negara Israel. Dengan kemerdekaan ini, cita-cita orang orang Yahudi yang tersebar
di berbagai belahan dunia untuk mendirikan negara sendiri, tercapai. Mereka berhasil melaksanakan "amanat" yang disampaikan Theodore Herzl dalam tulisannya Der Judenstaat (Negara Yahudi) sejak 1896. Tidaklah mengherankan
jika di tengah-tengah negara-negara Timur Tengah yang mayoritas menganut agama Islam, ada sekelompok manusia yang berkebudayaan dan bergaya hidup Barat. Mereka adalah para imigran Yahudi yang didatangkan dari berbagai negara di dunia karena mengalami pembantaian oleh penguasa setempat.
Sejak awal Israel sudah tidak diterima kehadirannya di Palestina, bahkan di daerah mana pun mereka berada. Karena merasa memiliki keterikatan historis dengan Palestina, akhirnya mereka berbondong-bondong datang ke Palestina.
Imigrasi besar-besaran kaum Yahudi ini terjadi sejak akhir tahun 1700-an. Akibat pembantaian diderita, maka mereka merasa harus mencari tempat yang aman untuk ditempati. Oleh Inggris mereka ditawarkan untuk memilih kawasan Argentina, Uganda, atau Palestina untuk ditempati, tapi Herzl lebih memilih Palestina.
Herzl adalah The Founding Father of Zionism. Dia menggunakan zionisme sebagai kendaraan politiknya dalam merebut Palestina. Kemampuannya dalam melobi para penguasa dunia tidak diragukan lagi. Sederetan orang-orang terkenal di dunia seperti Paus Roma, Kaisar Wilhelm Jerman, Ratu Victoria Inggris, dan Sultan Turki di Istambul telah ditaklukkannya. Zionisme adalah otak dalam perebutan wilayah Palestina dan serangkaian pembantaian yang dilakukan Yahudi.
Dengan berdatangannya bangsa Yahudi ke Palestina secara besar-besaran, menyebabkan kemarahan besar penduduk Palestina. Gelombang pertama imigrasi Yahudi terjadi pada tahun 1882 hingga 1903. Ketika itu sebanyak 25.000 orang
Yahudi berhasil dipindahkan ke Palestina. Mulailah terjadi perampasan tanah milik penduduk Palestina oleh pendatang Yahudi. Bentrokan pun tidak dapat dapat dihindari. Kemudian gelombang kedua pun berlanjut pada tahun 1904 hingga
1914. Pada masa inilah, perlawanan sporadis bangsa Palestina mulai merebak.
Berdasarkan hasil perjanjian Sykes Picot tahun 1915 yang secara rahasia dan sepihak telah menempatkan Palestina berada di bawah kekuasaan Inggris. Dengan berlakunya sistem mandat atas Palestina, Inggris membuka pintu lebar-lebar
untuk para imigran Yahudi dan hal ini memancing protes keras bangsa Palestina.
Aksi Inggris selanjutnya adalah memberikan persetujuannya melalui Deklarasi Balfour pada tahun 1917 agar Yahudi mempunyai tempat tinggal di Palestina. John Norton More dalam bukunya The Arab-Israeli Conflict mengatakan bahwa
Deklarasi Balfour telah menina-bobokan penguasa Arab terhadap pengkhiatan Inggris yang menyerahkan Palestina kepada Zionis.
Pada tahun 1947 mandat Inggris atas Palestina berakhir dan PBB mengambil alih kekuasaan. Resolusi DK PBB No. 181 (II) tanggal 29 November 1947 membagi Palestina menjadi tiga bagian. Hal ini mendapat protes keras dari penduduk
Palestina. Mereka menggelar demonstrasi besar-besaran menentang kebijakan PBB ini. Lain halnya yang dilakukan dengan bangsa Yahudi. Dengan suka cita mereka
mengadakan perayaan atas kemenangan besar ini. Bantuan dari beberapa negara Arab dalam bentuk persenjataan perang mengalir ke Palestina. Saat itu pula menyusul pembubaran gerakan Ikhwanul Muslimin di Mesir dan pembunuhan
terhadap Hasan al-Banna yang banyak berperan dalam membela Palestina dari cengkraman Israel.
Apa yang dilakukan Yahudi dalam merebut Palestina tidaklah terlepas dari dukungan Inggris dan Amerika. Berkat dua negara besar inilah akhirnya Yahudi dapat menduduki Palestina secara paksa walaupun proses yang harus dilalui
begitu panjang dan sulit. Palestina menjadi negara yang tercabik-cabik selama 30 tahun pendudukan Inggris. Sejak 1918 hingga 1948, sekitar 600.000 orang Yahudi diperbolehkan menempati wilayah Palestina. Penjara-penjara dan kamp-kamp konsentrasi selalu dipadati penduduk Palestina akibat pemberontakan yang mereka lakukan dalam melawan kekejaman Israel.
Tahun 1956, Gurun Sinai dan Jalur Gaza dikuasai Israel, setelah gerakan Islam di kawasan Arab dipukul dan Abdul Qadir Audah, Muhammad Firgholi, dan Yusuf Thol'at yang terlibat langsung dalam peperangan dengan Yahudi di Palestina dihukum mati oleh rezim Mesir. Dan pada tahun 1967, semua kawasan Palestina jatuh ke tangan Israel. Peristiwa itu terjadi setelah penggempuran terhadap
Gerakan Islam dan hukuman gantung terhadap Sayyid Qutb yang amat ditakuti kaum Yahudi. Tahun 1977, terjadi serangan terhadap Libanon dan perjanjian Camp David yang disponsori oleh mendiang Anwar Sadat dari Mesir.
Akhirnya pada Desember 1987, perjuangan rakyat Palestina terhimpun dalam satu kekuatan setelah sekian lama melakukan perlawanan secara sporadis terhadap Israel. Gerakan Intifadhah telah menyatukan solidaritas rakyat Palestina.
Intifadhah merupakan aksi pemberontakan massal yang didukung massa dalam jumlah terbesar sejak tahun 1930-an. Sifat perlawanan ini radikal revolusioner dalam bentuk aksi massal rakyat sipil. Adanya kehendak kolektif untuk
memberontak sudah tidak dapat ditahan lagi. Untuk tetap bertahan dalam skema transformasi masyarakat yang menghindari aksi kekerasan, maka atas prakarsa Syekh Ahmad Yassin dibentuklah HAMAS (Harakah al-Muqawwah al-Islamiyah) pada bulan Januari 1988, sebagai wadah aspirasi rakyat Palestina yang bertujuan mengusir Israel dari Palestina, mendirikan negara Islam Palestina, dan memelihara kesucian Masjid Al-Aqsha. HAMAS merupakan "anak" dari Ikhwanul
Muslimin karena para anggotanya berasal dari para pengikut gerakan Ikhwanul Muslimin. Perlawanan terhadap Israel semakin gencar dilakukan dan mengakibatkan kerugian material bagi Israel berupa kehancuran pertumbuhan
ekonomi, penurunan produksi industri dan pertanian, serta penurunan investasi. Kerugian lainnya yaitu hilangnya ketenangan dan rasa aman bangsa Israel.
Hingga hari ini Israel masih berdiri kokoh di atas bumi Palestina. Para pemuda Islam tidak akan tinggal diam. Perlawanan akan tetap dilancarkan demi musnahnya bangsa Yahudi. Dengan kekuatan yang dimiliki maka Israel akan
dihancurkan dari bumi ini dengan sehancur-hancurnya. Perjuangan yang dilakukan oleh rakyat Palestina tidak akan sia-sia, Insya Allah seluruh wilayah Palestina akan kembali ke pangkuan Islam dan Yahudi laknatullah akan musnah
dari bumi ini.
Wallahu a'lam bishshawaab.

10 Kiat Menjalin Persahabatan



Oleh : Aburashif

"Seorang sahabat adalah salah satu karunia Allah yang terindah bagi seseorang."

Bagi ikhwah yang merindukan hubungan baik dengan siapapun, bisa ditempuh sepuluh kiat berikut ini : "

1) Pilih orang yang mempunyai minat sama seperti ikhwah, supaya diri lebih mudah beradaptasi karena mempunyai persamaan. Tapi jangan menafikan orang yang sekilas tidak mempunyai persamaan diri. Ketahuilah, bersikap terbuka itu baik untuk ikhwah. 

2) Ingatlah pada satu pedoman penting, yaitu berlaku baik terhadap orang lain, sebagaimana ikhwah ingin diperlakukan. Sekiranya ikhwah menghormati orang lain,orang lain akan menghormati diri juga. 

3) Sadari bahwa tiada siapapun yang sempurna, setiap orang mempunyai sifat-sifat aneh dan lemah, sehingga menerima kelemahan antara satu sama lain bisa mempererat persahabatan. 

4) Hargai pendapat satu sama lain. 

5) Sadari bahwa kawan yang rapat sekalipun tidak dapat bersama 24 jam. Bina minat-minat yang lain dan jangan cemburu apabila sahabat ikhwah mempunyai minat-minat lain, dan berhasil dalam menggeluti bidang yang disenanginya. 

6) Komunikasi sangat penting, seorang kawan tidak selamanya bisa membaca pikiran ikhwah. Sekiranya ada sesuatu yang mengganggu persahabatan kita, beritahulah. 

7) Jangan biarkan faktor luaran seperti tekanan (stress) meregangkan persahabatan kita. Kawan yang baik akan membiarkan sahabat melepas perasaan kepada mereka, tetapi jangan hanya mempergunakan mereka untuk melepaskan perasaan. Sebagai balasan, ikhwah-ikhwah sepatutnya bersedia untuk mendengar keluhan mereka pula. 

8) Belajar satu sama lain. 

9) Jangan membicarakan keburukan-keburukannya di belakang ikhwah sahabat. 

10) Pilih kata-kata dengan bijaksana karena ikhwah tidak bisa menariknya kembali.


Friends Myspace Comments
MyNiceProfile.com

Rabu, 20 Januari 2010

SILATURRAHIM "JILID SATU"


Subhanalloh, itulah seuntai kata yang mampu terucapkan, ketika banyak alumni FIS begitu antusias menunggu hadirnya kegiatan "SILATURRAHIM PADU JILID SATU" yang Insya Alloh akan diadakan pada Ahad (24/01) nanti. 

Kegiatan yang sudah lama diidam-idamkan para alumni ROHIS SMA 16 ini Insya Alloh akan berlangsung di masjid Nurul Ikhlash di daerah Sariwates. Berharap mampu mengokohkan tali persaudaraan, kegiatan silaturrahim ini direncanakan akan berlangsung sekali setiap bulannya. Oleh karena itulah, bulan Januari harus menjadi awal semangat baru bagi peningkatan PADU. Ya, bulan Januari pun harus menjadi awal bagi kita untuk berubah menjadi lebih baik.

Sepakat? pasti setuju.

Dan, akan sangat berkesan sekali jika sahabat alumni FIS SMAN 16 Bandung bisa menghadiri kegiatan tersebut. 

 


Kiamat dan Tahun 2012


Belakangan ini kita mendengar ramai pembicaraan soal hari kiamat, tentang tahun 2012, tentang kalender Maya, dan hal-hal yang terkait dengannya. Hangatnya persoalan ini ikut dipicu oleh populernya film 2012: Apocalypse yang tengah diputar di berbagai bioskop di dunia, termasuk di Indonesia. Banyak orang menjadi bertanya-tanya apakah pada tahun 2012 benar-benar akan terjadi kiamat? Kekhawatiran soal masa depan ini pada gilirannya membuat masyarakat yang kurang keyakinan dan pengetahuan agama asyik berkonsultasi kepada para peramal. Tampaknya ini juga yang mendorong Majelis Ulama Indonesia beberapa waktu lalu melarang masyarakat menonton film yang kami sebutkan tadi.

Bagi masyarakat Indonesia isu ini tampaknya menjadi sangat sensitif karena kita telah merasakan bencana besar secara beruntun dalam lima tahun belakangan ini. ’Kiamat’ demi ’kiamat’ terjadi secara beruntun di beberapa wilayah di tanah air, masing-masing menelan korban yang sangat besar. Mulai dari gempa dan tsunami di Aceh pada akhir 2004, lalu gempa bumi di Sumatera Barat baru-baru ini, serta berbagai bencana yang terjadi di antara keduanya (gempa di Yogyakarta, lumpur panas Lapindo di Porong, gempa Tasikmalaya; terlalu banyak untuk disebutkan semuanya di sini).

Apakah bencana-bencana itu telah memberi apocalyptic sense (kepekaan terhadap bencana besar) yang lebih bagi masyarakat Indonesia? Tidakkah semua bencana itu merupakan pertanda? Mungkin demikian banyak orang di tanah air bertanya-tanya. Tidakkah semua ini mengisyaratkan akan datangnya bencana yang lebih besar, bahkan mungkin saja kiamat (doomsday)? Kini dengan adanya film 2012, kekhawatiran masyarakat terhadap kemungkinan terjadinya bencana dahsyat menjadi lebih besar lagi. Isu ini tampaknya sangat mengganggu sensitifitas masyarakat.

Tapi benarkah kiamat akan terjadi pada akhir tahun 2012? Darimana ide ini muncul? Mengapa harus tahun 2012? Sekarang ini kita sudah tahu bahwa semua ini bersumber dari penafsiran terhadap kalender Maya. Kalender ini dibuat oleh peradaban Maya kuno yang mendiami wilayah Meksiko beberapa abad lalu, sebelum peradaban mereka dihancurkan oleh para pendatang Spanyol.

Para pendeta dan ahli astronomi Maya telah menyusun kalender yang berbeda dengan kalender yang kita gunakan sekarang. Mereka menggunakan siklus 13 hari dan 20 hari untuk menandai hari-hari mereka (mungkin ini setara dengan satu minggu atau satu bulan bagi kita). Mereka juga mengenal dua macam siklus tahunan yang masing-masing lamanya 260 dan 365 hari.

Berdasarkan siklus tahunan 356 hari, mereka membuat suatu kalender yang panjangnya 52 tahun (Calendar Round), atau kira-kira setara dengan satu generasi. Tentu saja siklus ini terlalu pendek untuk menandai peristiwa sejarah yang terjadi lintas generasi. Namun, orang-orang Maya memiliki satu kalender lainnya (Long Count) yang mencakup masa 5126 tahun. Masalahnya adalah apa yang akan terjadi sekiranya hitungan kalender ini berakhir? Apakah akan berlaku hal-hal yang buruk, seperti bencana dahsyat yang akan menghancurkan peradaban manusia, atau hal itu hanya akan menghantarkan manusia memasuki siklus waktu yang baru, dengan kata lain memulai kalendernya dari awal lagi? 

Para ahli menghitung bahwa permulaan kalender Maya (Long Count) bersamaan dengan tanggal 11 Agustus 3114 sebelum masehi. Siklus kalender Maya tersebut akan berakhir 5126 tahun kemudian, atau tepatnya tanggal 21 Desember 2012. Lalu apa yang terjadi setelah tanggal tersebut? Apakah dunia akan berakhir (kiamat) bersamaan dengan berakhirnya kalender Maya? Ataukah akan terjadi sesuatu yang buruk dan bencana yang luar biasa bersamaan dengan berakhirnya siklus kalender tersebut? Bukankah rentang waktu 5126 tahun merupakan masa yang sangat panjang; tidakkah akan terjadi suatu yang istimewa pada akhir siklus tersebut?

Dari sinilah bermulanya penafsiran tentang hari kiamat atau bencana besar-besaran pada tanggal 21 Desember 2012. Tapi apakah orang-orang Maya sendiri mempercayai penafsiran tersebut? Apakah menurut mereka dunia akan berakhir bersamaan dengan berakhirnya siklus kalender mereka? Tampaknya sebagian besar orang-orang keturunan Maya yang ada sekarang tidak terlalu ambil pusing dengan persoalan yang ditimbulkan oleh kalendernya (khususnya melalui penafsiran Hollywood) terhadap masyarakat dunia lainnya. Dan mereka yang mengetahui tentang siklus ini tidak menganggap akan terjadi kiamat di akhir 2012. Mereka mempercayai akan terjadinya perubahan penting di akhir siklus tersebut. Setiap siklus akan berganti dengan siklus yang baru, dan mereka cenderung melihatnya sebagai akan bermulanya sesuatu yang positif, sesuatu yang lebih baik bagi peradaban.

Seorang direktur lembaga penelitian Mesoamerican, Sandra Noble, menolak bahwa kalender Maya menafsirkan akan terjadinya kiamat. Menurutnya orang-orang Maya kuno justru akan membuat perayaan besar untuk menandainya berakhirnya seluruh siklus (dan tentunya untuk menyambut siklus yang baru). Baginya penggambaran terjadinya kiamat pada akhir 2012 merupakan ”pemalsuan total dan kesempatan bagi banyak orang untuk meraup keuntungan.

” Dan jelas inilah yang sedang dilakukan oleh Hollywood melalui film mereka: ’meraup keuntungan.’


Roland Emmerich, sutradara film 2012, tidak menganggap dunia benar-benar akan kiamat atau mengalami bencana maha dahsyat pada tahun 2012 seperti yang diprediksi oleh filmnya. Ia hanya ingin membuat sebuah film tentang bencana hebat, seperti film-film yang pernah dibuat sebelumnya, Independence Day dan The Day After Tomorrow. Kali ini ia ingin membuat bencana banjir yang menenggelamkan dunia, dengan mengambil inspirasi dari kisah Nabi Nuh dan kapal yang menyelamatkannya. Kemudian ia menggabungkannya dengan fakta berakhirnya kalender Maya pada tahun 2012. Terkait dengan tahun 2012 ini ia mengakui bahwa “… ada begitu banyak (teori) sehingga, dalam satu cara, kamu bisa membuat sendiri teorimu.”

Emmerich mungkin bermaksud mengingatkan manusia agar bersikap baik terhadap alam; agar dunia tidak hancur karena ulah manusia sendiri. Tapi jelas bukan pesan ini yang ditangkap oleh penonton. Banyak yang justru terpaku pada penafsiran tentang akhir dunia serta ramalan tentang bencana yang menghancurkan peradaban manusia. Apa pun yang dikatakan Emmerich, ia jelas mempunyai keinginan mendapat untung sebesar-besarnya dari film itu, sebagaimana pada kasus film-film Hollywood lainnya.

Kalau masyarakat menjadi takut, khawatir berlebihan dan percaya terhadap ramalan yang aneh-aneh, maka itu urusan mereka sendiri. Asalkan film itu ditonton orang ramai dan bisa membawa keuntungan besar, maka target industri film tercapai. Then, it’s bait, don’t bite. Jangan mudah terpancing dengan umpan yang mereka berikan.

Dalam Islam sendiri persoalannya sangat jelas. Tidak ada yang mengetahui kapan terjadinya hari kiamat kecuali Allah.

Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat ...

(QS 31: 34)


Peristiwa kiamat berlangsung sangat cepat dan tidak akan sempat disadari oleh manusia.

... kedatangan kiamat kepada mereka secara mendadak, sedang mereka tidak menyadarinya .... (QS 12: 107)

... Tidak adalah kejadian kiamat itu, melainkan seperti sekejap mata atau lebih cepat ....

(QS 16: 77)


Jadi pada saat terjadinya kiamat manusia tidak akan sempat berkirim sms, menelpon, mendengarkan berita TV tentang guncangan yang sedang terjadi. Dan tidak ada manusia yang bisa melarikan diri darinya.

Kita juga mengetahui bahwa ada banyak peristiwa penting yang akan terjadi sebelum terjadinya hari kiamat: munculnya imam Mahdi, keluarnya Dajjal, turunnya nabi Isa ’alaihis salam, munculnya Ya’juj Ma’juj, terbitnya matahari di Barat dan tenggelamnya di Timur, dan masih ada lagi peristiwa-peristiwa lainnya. Jadi mungkinkah kiamat akan terjadi dalam tiga tahun lagi? Wallahu a’lam, hanya Allah yang mengetahui kapan akan terjadinya kiamat. Ia mungkin terjadi pada tahun 2012, sebagaimana ia juga mungkin terjadi pada tahun 2010, 2013, 2021, atau 2133. Ia bisa datang kapan saja, kita tidak bisa mengetahuinya secara pasti.

Adapun bencana besar, maka bisa saja ia berlaku pada tahun-tahun yang berdekatan ini, sebagaimana ia juga berlaku tanpa diduga pada masa-masa yang telah lewat. Kita tidak perlu khawatir secara berlebihan terhadap itu semua. Berusaha saja sebaik mungkin untuk merawat bumi ini dan mengantisipasi datangnya bencana. Dan yang terpenting dari itu semua, jagalah iman kita masing-masing. Karena musibah apa pun yang datang pada orang beriman, maka itu tidak akan berdampak kepada mereka kecuali kebaikan belaka. Wallahu a’lam bis showab.

(Sumber: http://www.eramuslim.com/suara-kita/pemuda-mahasiswa/alwi-alatas-kiamat-dan-tahun-2012.htm)


Sabtu, 16 Januari 2010

Mengapa Zionis-Israel Ngotot Hancurkan Masjid Al-Aqsha?


Selasa, 6 Februari 2007, Zionis-Israel telah secara terang-terangan memulai proyek penghancuran Masjidil Aqsha yang merupakan masjid tersuci ketiga bagi umat Islam sedunia.

Jika sebelumnya kaum Zionis ini melakukan hal tersebut secara diam-diam, bahkan menyangkalnya dengan berbagai dalih, namun di hari kedua bulan Februari ini mereka telah menyatakan secara terbuka bahwa mereka memang berniat menghancurkan masjid yang pernah menjadi kiblat pertama bagi kaum Muslimin.

Upaya Zionis-Israel untuk menghancurkan Masjidil Aqsha sudah lama diketahui dunia. Keinginan mereka untuk membangun kembali Haikal Sulaiman (The Solomon Temple), di atas reruntuhan Masjidil Aqsha juga telah menjadi rahasia umum. Hanya saja, apa dasar ideologi dan maksud-maksud tersembunyi di balik penghancuran Masjidil Aqsha dan pendirian Haikal Sulaiman tersebut, hal ini masih menjadi pertanyaan besar.

Klaim Sepihak

Haikal Sulaiman diyakini dibangun tahun 960 SM oleh Nabi Sulaiman a.s, 370 tahun kemudian bangsa Babylonia menginvasi Yerusalem dan menghancurkan kuil tersebut.

Setelah itu, tentara Persia yang dipimpin Cyrus merebut Yerusalem dari tangan Babylonia dan membangun kembali Haikal Sulaiman.

Tahun 70 M, pasukan Romawi menyerang Yerusalem dan menghancurkan kembali Haikal Sulaiman rata dengan tanah.
Abad demi abad terus berjalan, namun cita-cita kaum Zionis-Yahudi untuk membangun kembali Haikal Sulaiman terus terpelihara dengan baik di dalam memori bangsanya.

Ketika gerakan Zionisme Internasional menyelenggarakan kongresnya yang pertama di Bassel, Swiss, tahun 1897, memori ini menemukan momentumnya dan Theodore Hertzl menyerukan agar semua Yahudi Diaspora berbondong-bondong memenuhi Tanah Palestina yang disebutnya sebagai Tanah Perjanjian.

Atas klaim sepihak, kaum Zionis ini mengatakan bahwa di bawah tanah Masjidil Aqsha inilah Haikal Sulaiman berdiri. Sebab itu, mereka mengatakan tidak ada pilihan lain kecuali menghancurkan Masjidil Aqsha dan kemudian membangun kembali Haikal Sulaiman di atasnya.

Bagi kaum Zionis, Haikal Sulaiman merupakan pusat dari dunia. Bukan Makkah, bukan pula Vatikan. Haikal Sulaiman-lah pusat seluruh kepercayaan dan pemerintahan segala bangsa. Keyakinan ini bukanlah berangkat tanpa landasan.

Dalam keyakinan Yudaisme yang sesungguhnya telah bergeser jauh dari Taurat yang dibawa oleh Musa a. S., bangsa Yahudi meyakini bahwa di suatu hari nanti seorang Messiah (The Christ) akan mengangkat derajat dan kedudukan bangsa Yahudi menjadi pemimpin dunia.

Kehadiran Mesiah inilah yang menjadi inti dari semangat kaum Yahudi untuk memenuhi Tanah Palestina. Namun hal ini menjadi perdebatan utama di kalangan Yahudi yang pro-Zionis dengan yang anti-Zionis.

Bagi yang pro-Zionisme, mereka menganggap Kuil Sulaiman harus sudah berdiri untuk menyambut kedatangan Messiah yang akan bertahta di atas singgasananya. Sedangkan bagi kaum Yahudi yang menolak Zionisme, bagi mereka, Messiah sendirilah yang akan datang dan memimpin pembangunan kembali Haikal Sulaiman yang pada akhirnya diperuntukkan bagi pusat pemerintahan dunia (One World Order).

Mengenai benar tidaknya lokasi bekas reruntuhan Kuil Sulaiman tepat berada di bawah Masjidil Aqsha, para sejarawan masih berbeda pendapat. Beberapa peneliti bahkan meyakini bahwa wilayah bekas berdirinya Kuil Sulaiman tersebut sesungguhnya berasa di luar kompleks Masjidil Aqsha sekarang ini.

Sejak menjajah Yerusalem di tahun 1967, kaum Zionis selalu berupaya merusak Masjidil Aqsha. Tahun 1969 sekelompok Yahudi fanatik berupaya membakar Masjid ini. Mereka juga terus melakukan penggalian di bawah tanah Masjidil Aqsha dengan alasan tengah melakukan riset arkeologis.

Belum cukup dengan itu, di dalam terowongan-terowongan yang digali, mereka juga mengalirkan air dalam jumlah besar dengan tujuan menggoyahkan kekuatan tanah di bawah masjid agar pondasi masjid menjadi rapuh. Akibatnya sekarang ini banyak pondasi masjid yang sudah rapuh dan jika ada gempa bumi sedikit saja maka bukan mustahil Masjidil Aqsha bisa runtuh.

Sekarang, tentara Zionis sudah secara terang-terangan hendak menghancurkan Masjidil Aqsha. Mereka tidak lagi mengeluarkan dalih macam-macam. Apakah ini merupakan tanda bahwa mereka sudah yakin bahwa sebentar lagi Messiah yang dinanti-nantikan akan segera hadir?

Hari Akhir

Menyongsong berdirinya Kuil Sulaiman, Ă¢€˜PresidenĂ¢€™ Zionis-Israel Moshe Katsav melayangkan sepucuk surat kepada Perdana Menteri Vatikan yang berisi permintaan agar Tahta Suci Vatikan mengembalikan seluruh harta karun dan benda-benda berharga yang kini memenuhi kompleks Tahta Suci kepada mereka.

Kaum Zionis masih ingat betul, ketika di tahun 70M, pasukan Romawi menyerbu Yerusalem dan memboyong banyak harta karun dari Kuil Sulaiman dan membawanya ke Vatikan.

Jika harta karun sudah dikembalikan, maka ada satu syarat lagi menjelang hadirnya Messiah, yakni mereka harus menemukan dan menyembelih serta membakar seekor sapi betina berbulu merah berusia tiga tahun dan belum pernah melahirkan anak.
Untuk yang satu ini pun kaum Zionis telah mempersiapkannya. Melalui suatu proses rekayasa genetika, di tahun 1997, mereka telah mendapatkan seekor sapi dengan ciri-ciri tersebut.

Hanya saja, mereka terbentur satu persyaratan lagi, yakni penyembelihan dan pembakaran sapi merah ini harus dilakukan di atas kaki Bukit Zaitun.

Masalahnya, daerah ini sekarang belum bisa dijajah Zionis-Israel seperti wilayah Palestina lainnya. Kaki Bukit Zaitun masih berada di tangan yang berhak, yakni di tangan bangsa Palestina. Sebab itu, kaum Zionis selalu berupaya tanpa lelah mengusir orang-orang Palestina dari wilayah ini.

Memperdaya Pemeluk Kristen

Guna mencapai tujuannya, kaum Zionis tidak berusaha sendirian. Mereka juga memperdaya musuh-musuhnya yakni umat Kristen dan kaum Muslimin. Untuk memperdaya umat Kristiani, kaum Zionis menyusupkan nilai-nilai Talmud ke dalam Bibel seperti yang terjadi atas Injil Scofield atau Injil Darby.

Bahkan Injil versi King James sebagai Injil resmi Barat pun demikian. Sebab itu, tidak aneh jika sekarang ini sikap politik umat Kristiani seolah sama sebangun dengan kaum Yahudi. Padahal di dalam banyak ayat-ayat Talmud, kaum Yahudi ini begitu keras permusuhannya terhadap Kristen dan Yesus.

Keyakinan Injil juga menyebutkan tentang hadirnya The Christ kembali ke muka bumi (Maranatha atau The Second Coming) dalam wujud Tuhan seutuhnya. Kaum Yahudi menggiring opininya bahwa Maranatha tidak akan terjadi sebelum Haikal Sulaiman berdiri kembali di Yerusalem.

Kesamaan pandangan inilah yang membuat orang-orang Kristen mendiamkan ulah kaum Zionis yang hendak menghancurkan Masjidil Aqsha. Orang-orang Kristen ini telah terbius dengan retorika dan racun Zionis sehingga tidak bisa bersikap kritis dan mereka lupa bahwa salah satu agenda utama Zionis ini adalah juga meruntuhkan Tahta Suci Vatikan dan memindahkannya ke Yerusalem.

Dari sisi hukum internasional, upaya penghancuran Masjidil Aqsha juga tidak bisa dibenarkan. Berdasarkan Resolusi DK-PBB Nomor 242 dan beberapa resolusi lainnya, rezim Zionis Israel wajib melindungi masjid ini dan menuntut Zionis agar mundur dari seluruh wilayah Tepi Barat Sungai Jordan dan Jalur Gaza, dan menyerahkan wilayah itu kepada penduduk aslinya yang tak lain adalah rakyat Palestina. Namun dalam tataran praktek, resolusi ini tidak dijalankan.

Menurut keyakinan Yahudi, jika Messiah sudah bertahta di atas singgasana Haikal Sulaiman, maka Messiah itu akan memimpin kaum Yahudi untuk memerangi siapa pun yang tidak mau tunduk pada The New World Order, yakni si Yahudi itu sendiri.

Sumber: eramuslim.com


DENGAN APA DAKWAH DIMULAI???


Sebuah tanya jawab

Oleh: Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Pertanyaan:
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : "Jika seseorang hendak mendakwahi orang lain,
bagaimana ia memulai dan apa yang dibicarakannya?"

Jawaban:
Tampaknya, bahwa yang dimaksud oleh penanya adalah mengajak orang lain ke jalan Allah. Berdakwah harus dengan hikmah, nasehat yang baik, sikap lembut, tidak kasar dan tidak mencela, memulai dengan yang paling penting lalu yang penting, sebagaimana yang dipesankan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, apabila beliau mengutus para utusannya ke berbagai pelosok negeri, beliau menyuruh mereka untuk memulai dengan yang paling penting lalu yang penting. Kepada Mua’dz bin Jabal saat beliau mengutusnya ke Yaman, beliau berpesan:
“Artinya : Ajaklah mereka untuk bersaksi bahwa tiada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah dan bahwa sesungguhnya aku adalah utusan Allah. Setelah mereka mematuhi itu, beritahulah mereka bahwa sesungguhnya Allah telah mewajibkan atas mereka pelaksanaan lima kali shalat dalam sehari semalam. Setelah mereka mematuhi itu, beritahulah mereka bahwa sesungguhnya Allah telah mewajibkan zakat atas mereka yang diambil dari yang kaya untuk disalurkan kepada yang miskin di antara mereka”
[Hadits Riwayat Bukhari dalam Az-Zakah 1458, Muslim dalam Al-Iman 19]
Yaitu memulai dengan yang paling penting, lalu yang penting dengan memilih kesempatan, waktu dan tempat yang tepat dan sesuai untuk berdakwah. Adakalanya saat yang tepat adalah mendakwahinya di rumahnya dengan mengajaknya berbincang-bincang, adakalanya cara yang tepat adalah dengan mengajaknya berkunjung ke rumah seseorang agar didakwahi, adakalanya pula pada saat-saat lainnya. Yang jelas, seorang muslim yang berakal dan berpengetahuan akan mengetahui bagaimana bersikap dalam mengajak orang lain kepada kebenaran.

Sumber: [Kitabud Da’wah 5, Syaikh Ibnu Utsaimin 2/155-156]
[Disalin dari. Kitab Al-Fatawa Asy-Syar’iyyah Fi Al-Masa’il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad
Al-Haram, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini-2, hal 267 Darul Haq]
(taken from http://almanhaj.or.id)